
Pukul 2 sore hari Jum'at tertanggal 15, sengatan mentari kian melemah, senja hampir terlihat dalam samar dedaunan kelapa di waena, dengan mengendarai Mithzubitsi kuda merah DS.1760 JK, aku di temani sahabat karibku yang banyak menghabiskan masa-masa sukar bersamaku kala itu...
Melianus Wantik dan Acho makassar.
tak lama kemudian, kami sampai di Gereja Katholik Perumnas I waena, tempat pertemuan yang selalu terbayang, (sekalipun pohon tempat kita berteduh baru di tebang ahhaaaammm.)
aku pun bertemu dengan si jantung hati yang selalu membuatku tersenyum dalam duka.
perjalanan yang paling mengesankan, tak terfikirkan sebelumnya bahwa pantai Holl...adalah tempat kita berlabu, ntuk mamandu cinta.
tak terasa waktu terus berlalu, kita berbagi cerita, rasa malu dan senang bercampur dalam suasana yang telah pergi, dan takan pernah kembali lagi...maklum waktu itu "si dia" masih berusia 16 tahun hampir genap 17 jadi (masi malu-malu hehehe... )
mentari memerah, memecah awan... senja di pantai holtekam, adalah kenangan biru, yang kan slalu hidup dalam hati... kemanapun kau pergi, sungguh Ku kan tetap mengenang, kenangan manis yg tak'kan pernah kembali...
terimah kasih Melly, karena kau telah menemaniku saat masa-masa sulitku bersama dia...
Diary Jum'at 15 Pebruary' 08
Edisi Kenangan Manis pantai holtekam
tertanda
abe & 73kH0

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus